PROGRAMMING LANJUTAN PADA ARDUINO/ESP
PROGRAMMING LANJUTAN PADA ARDUINO/ESP
Programming lanjutan pada Arduino adalah tahap pemrograman yang membahas teknik dan konsep yang lebih kompleks untuk membangun sistem Arduino yang lebih efisien, responsif, dan terstruktur, dibandingkan dengan pemrograman dasar.
Pada pemogrman lanjutan ini, kita akan mencoba menggabungkan semua program dasar menjadi sebuah project yang bermanfaat dalam praktik Pembudidayaan Tanaman Menggunakan Sistem Hidroponik.
LIBRARY PADA ARDUINO
Library adalah kumpulan kode siap pakai (fungsi, variabel, dan kelas) yang dibuat untuk mempermudah pemrograman, sehingga kita tidak perlu menulis kode dari nol untuk mengendalikan perangkat tertentu.
CONTOH LIBRARY PADA ARDUINO
DHT.h : untuk mengontrol sensor DHT (suhu dan kelembapan udara)
LiquidCrystal_I2C : untuk mengontrol LCD I2C
Keypad.h : untuk mengontrol keypad sebagai input
GravityTDS.h : untuk mengontrol sensor TDS dari DFRobot
Blynk.h : untuk mengontrol pengiriman data IoT mengunakan Blynk
MQTT.h : untuk mengontrol pengiriman data IoT menggunakan MQTT
dll
CARA MENGGUNAKAN LIBRARY
Memanggil Library
#include <DHT.h>
Mendefinisikan pin & tipe sensor
#define DHTPIN 2 // pin data DHT di pin 2
#define DHTTYPE DHT11 // tipe sensor (DHT11 atau DHT22)
Membuat objek DHT
DHT dht(DHTPIN, DHTTYPE);
Program lengkap
#include <DHT.h>
#define DHTPIN 2
#define DHTTYPE DHT11
DHT dht(DHTPIN, DHTTYPE);
void setup() {
Serial.begin(9600);
dht.begin(); // inisialisasi sensor DHT
}
void loop() {
float kelembaban = dht.readHumidity();
float suhu = dht.readTemperature(); // Celcius
// cek jika sensor gagal dibaca
if (isnan(kelembaban) || isnan(suhu)) {
Serial.println("Gagal membaca sensor DHT!");
return;
}
Serial.print("Suhu: ");
Serial.print(suhu);
Serial.print(" °C | Kelembaban: ");
Serial.print(kelembaban);
Serial.println(" %");
delay(2000); // DHT dibaca tiap 2 detik
}
MEMBUAT SISTEM HYDROPONIC AUTOMATION
Pembuatan Sistem Otomatis pada Hidroponik dapat dilakukan dengan beberapa project:
Membuat Otomatisasi Irigasi Sistem hidroponik berjalan secara otomatis berdasarkan waktu tertentu
Membuat Otomatisasi Pemberian Nutrisi Hidroponik berdasarkan Sensor TDS dari jarak dekat maupun jarak jauh (berbasis IoT)
Membuat Otomatisasi Pengaturan pH Nutrisi Hidroponik berdasarkan Sensor pH
Membuat Otomatisasi rekayasa pencahayaan Hidroponik pada Hidroponik Indoor sesuai kebutuhan tanaman
Membuat Sistem Monitoring TDS, pH, Cahaya Sistem Hidroponik dari jarak dekat maupun jarak jauh (berbasis IoT)
atau Menggabungkan semua project diatas menjadi 1 project full
dll
IDE/GAGASAN PEMBUATAN PROJECT OTOMATISASI PADA ARDUINO
Pembuatan proyek Arduino berawal dari adanya ide untuk mempermudah dan mengefisienkan suatu pekerjaan melalui sistem otomatisasi.
Hal-hal yang perlu dilakukan sebelum membuat proyek Arduino antara lain:
Mengamati proses pekerjaan yang masih dilakukan secara manual, misalnya prinsip kerja pada sistem hidroponik.
Menentukan bagian pekerjaan yang dapat diotomatisasi.
Menentukan modul atau perangkat pendukung yang diperlukan untuk mewujudkan sistem otomatisasi tersebut.
Merancang sistem otomatisasi, baik dari segi perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software).