INSTALASI HIDROPONIK
INSTALASI HIDROPONIK
PENGERTIAN INSTALASI HIDROPONIK
Instalasi hidroponik adalah sistem atau rangkaian peralatan yang digunakan untuk menanam tanaman dengan metode hidroponik, yaitu teknik budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah, melainkan menggunakan air yang diberi larutan nutrisi sebagai sumber hara.
Instalasi ini berfungsi untuk:
Menopang tanaman
Mengalirkan larutan nutrisi
Menyediakan oksigen bagi akar
Mengatur sirkulasi air dan nutrisi agar efisien
Umumnya terdiri dari:
Rangka/penyangga (pipa PVC, rak, talang)
Wadah tanaman (net pot)
Media tanam (rockwool, hidroton, arang sekam)
Tandon air nutrisi
Pompa air (untuk sistem sirkulasi)
Selang/pipa distribusi
Larutan nutrisi hidroponik (AB Mix)
JENIS - JENIS INSTALASI HIDROPONIK
Sistem rakit apung adalah yang sistem paling sederhana dari semua sistem hidroponik aktif, cukup mudah digunakan karena tidak membutuhkan alat yang terlalu banyak, yang dibutuhkan box atau wadah yang dapat terbuat dari bahan plastik, styrofoam dan aerator
Sistem sumbu (Wick System) merupakan salah satu sistem yang paling sederhana dari semua sistem hidroponik karena tidak memiliki bagian yang bergerak sehingga tidak menggunakan pompa atau listrik dengan menerapkan prinsip Kapilaritas (sumbu penghubung). Penggunaan larutan nutrisi pada sistem ini lebih sedikit dibandingkan sistem rakit apung.
Konsep dasar NFT ini adalah suatu metode budidaya tanaman dengan akar tanaman tumbuh pada lapisan nutrisi yang dangkal dan tersirkulasi sehingga tanaman dapat memperoleh cukup air, nutrisi, dan oksigen. Pada sistem ini memerlukan listrik secara terus-menerus.
Sistem DFT merupakan gabungan sistem NFT dan Rakit Apung, dimana air dalam pipa instalasi mengalir lebih dalam. Ketika listrik terputus, maka nutrisi masih tersedia di dalam instalasi. Dengan demikian sistem ini dapat menggunakan listrik secara berkala untuk mengaktifkan pompa air.
Sistem irigasi tetes atau drip system adalah salah satu sistem hidroponik yang menggunakan teknik yang menghemat air dan pupuk dengan meneteskan larutan secara perlahan langsung pada akar tanaman
Sistem irigasi tetes atau drip system adalah salah satu sistem hidroponik yang menggunakan teknik yang menghemat air dan pupuk dengan meneteskan larutan secara perlahan langsung pada akar tanaman
LANGKAH -LANGKAH PEMBUATAN INSTALASI HIDROPONIK
Pilih sistem sesuai kebutuhan dan alat yang tersedia:
Wick (sumbu) → paling sederhana, tanpa listrik
NFT (Nutrient Film Technique) → pakai pompa air
DFT / Rakit apung → akar terendam nutrisi
Atau yang lainnya
Umumnya diperlukan:
Wadah/tandon air nutrisi (ember atau box plastik)
Pipa PVC atau botol bekas
Net pot atau gelas plastik berlubang
Media tanam (rockwool, arang sekam, hidroton)
Pompa air (khusus NFT/DFT)
Selang air
Nutrisi hidroponik (AB Mix)
Benih tanaman (selada, kangkung, sawi, pakcoy)
Lubangi pipa PVC atau botol dengan jarak ±20–25 cm
Lubang digunakan untuk meletakkan net pot
Susun pipa/rangka secara rapi dan sedikit miring (untuk NFT)
Hubungkan pompa air ke pipa menggunakan selang
Pastikan air nutrisi dapat mengalir dari tandon → pipa → kembali ke tandon
Cek tidak ada kebocoran